Kenapa Mau Lanjut S2?

Sampai satu hari sebelum memasuki hari pertama orientasi. Aku ingat betul bagaimana rasa takut dan cemas itu sempat mendominasi isi kepalaku. Perasaan kecil dan pertanyaan seperti, “Apa aku bisa? Apa benar aku sudah siap menjalani kehidupan mapro di depan?” dst.

Pergulatan yang ada di dalam kepalaku itu coba aku renungkan untuk akhirnya aku mampu mengurai dan menerima perasaan-perasaan yang muncul. Aku menyadari betul bahwa aku punya kecenderungan untuk lari/kabur dari sebuah masalah. Tapi, aku tidak mau lari dari hari penting itu besok. Hari pertama aku menginjakkan kaki dengan status maba di ‘kampus impian’. Lagipula, aku ingat juga hari-hari di mana aku menemukan ‘why’ aku mantap memilih lanjut S2. Bukan karena orang-orang di sekitar aku meminta aku melakukan hal itu. Bukan karena aku merasa lelah bekerja dan lari ke sini (yang mana jauh lebih melelahkan dan mengeluarkan lebih banyak uang hehe). Bukan karena ingin mendapatkan pengakuan atau pujian. Aku sudah menemukan alasan itu dari dalam diriku.

Jadi, aku mencoba menerima rasa takut yang mana memang wajar muncul karena berupa hal baru dan punya dampak yang besar ke dalam hidup saya. Alhamdulillah, aku pun bisa datang secara full selama 6 hari. Tidak ada satupun agenda yang aku lewatkan, barang telat 5 menit pun tidak pernah, dan aku sangat bersyukur bisa belajar banyak hal di minggu orientasi ini.

Kami belajar tentang apa saja yang menjadi nilai-nilai UGM, mengenal lebih dekat sistem belajar di S2, strategi belajar yang efektif dan efisien, timeline belajar, dan karier dari lulus magister profesi klinis (sesuai dengan peminatan yang akuambil).

Tapiii, dari serangkaian kegiatan yang dilakukan di kampus selama 4 hari dan 2 hari di Kaliurang. Aku begitu terkesan dengan pengalaman dan pembelajaran yang ku peroleh selama kegiatan di luar kampus tersebut.

Selain menjalani kegiatan outbound pertama di luar setelah 2 tahun terakhir banyak berkutat di dalam rumah. Aku juga merasa kagum dan terharu dengan seluruh rangkaian kegiatan yang disiapkan oleh tim trainer untuk ‘menggodok’ kami sebelum masuk kuliah. Kami benar-benar diberi contoh langsung untuk ‘berpikir sebelum bertindak’ bukan ‘hanya berpikir tapi tidak berani bertindak’ atau ‘bertindak tanpa berpikir’. Di setiap kegiatan permainan yang kami lakukan punya filosofi yang bertujuan agar kami dapat memahami dunia S2 lebih baik.

Beberapa insight yang aku dapat ingat dan rasanya penting untuk dibagikan bagi siapapun yang berminat mendaftar mapro, yakni:

  1. Rupanya aku enggak sendiri bila merasa minder atau kurang percaya diri dengan kemampuan diri-ku, karena banyak mahasiswa lain yang juga memiliki ketakutannya sendiri. Bahkan para dosen pun mengingatkan bahwa perkuliahan mapro memang akan berkali-kali lipat beratnya dibandingkan kuliah magister lain. Bayangkan, bukan cerita dari mahasiwa senior aja tapi dari para dosen yang sudah melalui lebih banyak situasi menantang. Kuliah mapro tu pahitnyaa luarrrr biasaaa tapi memang itu konsekuensi yang harus kami telan.

Sepertinyaa segitu duluu yang aku ingat dan bisa bagikan ke temen-temen yang bertanya terkait persiapan tes UGM. Di samping menyiapkan diri untuk menjalani tahap-tahap tes dimulai dari pengumpulan berkas, tes tulis dan wawancara. Aku rasa persiapan mental dan mengenal lebih jauh diri dan motivasi diri teman-teman adalah kunci untuk membuka ‘gembok’ seleksi. Teruslah melakukan refleksi dari jauh-jauh hari. Lewat apa saja yang sudah terjadi dalam hidup teman-teman, pembelajaran apa yang bisa diambil, dan keterkaitannya dengan alasan memilih psikologi profesi. Selamat mencoba! Jangan lupa nikmati prosesnya ya!

--

--

Seize the day

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store